Alala Tanalul ‘Ilma (1) -tuntunan bagi para penuntut ilmu-

Kitab Ala la Tanalul ‘Ilma

Muhammad bin Ahmad Nabhan.

Pesantren Agung Lirboyo, Kediri.

________________________________

Ilingo gak khasil ilmu anging nem perkoro

Bakal tak ceritakke kumpule kanthi pertelo

*

Rupo limpad, lobo, sabar, ono sangune

lang piwulange guru lan sing suwe mangsane

*

Jo takon songko wong siji takono kancane

kerono saktemene konco manut kang ngancani

*

Yen ono konco olo lakune ndang dohono

yen ono konco bagus enggal ndang kancanono

*

Ngajiho kerono ilmu mahesi ing ahline

lan ngunggulke lan dadi tonndho tingkah pinuji

*

Onoho ngalap faedah saben dino ing tambah

songko ilmu lan nglangi segoronr faidah

*

Ngajiho fikih kerono ngunggulke lan nuduhke

maring bagus lan wedi Allah luwih jejekke

*

Ilmu fikih kang nuduhke dalane pituduh

Hiyo benteng kang nylametake sekehe pekiwo

*

Wong ngalim fikih siji tur kang ngedohi haram

luwih abot timbang ‘abid sewu, mungguh syaithon

*

Gedhene kerusakan wong ngalim gak ngelakoni

Luwih gedhe timbang iku wong bodho ngelakoni

*

Karone iku agung-agunge fitnah dunyo

Tumrape wong kang tetanggan perkoro agama

*

Siro kepingin dadi ‘alim fikih kang weco

ra tanpo kangelan edan iku werno-werno

*

Onoto golek arto ora kanthi kangelan

dene ilmu koyo opo khasil gak kangelan

*

Naliko sampurno akale kedhik guneme

lan nyatakno kumperunge wong yen keh guneme

*

Matine wong sebab kepleset lisane

ora kok matine sebab kepleset sikile

*

Dene mlesete lisan nekakke balang endhas

dene mlesete sikil suwe-suwe biso waras

*

Wong duwe ilmu urip langgeng sakwuse mati

dene adon-adone bosok ning ngisor bumi

*

Wong bodho mati khale mlaku ning ndhuwur bumi

den nyono wong kang urip nanging podho wong mati

*

Kabeh wong maring derajat luhur obahe ati

Tapine kedhik poro rojul iku netepi

*

Naliko ono siro iku wuwuran kaum

mongko ngancanono siro ing baguse kaum

lan siro ojo sok ngancani wong kang asor

mongko sebab den sor ke serto kang asor

Tanbih:

Jumlah sedoyonipun wonten 37 podo/bait.

Kesambet ing sanes wekdal.

Mugi manfangati tumrap kito.

Comments (7)

zuhrySeptember 19th, 2011 at 6:29 pm

dikasih penjelasanya…….

AndolDecember 12th, 2011 at 5:51 am

Aku tak bisa bahasa jawa, tolong terjemahkan dengan bahasa Indonesia. Tks.

TriyonoFebruary 1st, 2012 at 8:08 am

Mohon d kasih penjelasannya,..
Kami sangat membutuhkan.
Untuk kami tularkan ke anak didik kami,..
Di mana kami bisa mendapatkan kitabnya,..
trima kasih.

oedjo doemehFebruary 17th, 2012 at 11:14 pm

ASSA;AMUALAIKUM..

gmna kbar lirboyo kang..hehe

Alalan TanalaMarch 6th, 2012 at 8:29 pm

Assalamu’alaikum wr.wb.
Bila dilengkapi bahasa Indonesia, akan lebih banyak manfaatnya…

baitiSeptember 24th, 2013 at 3:54 pm

nadhomnya kok tidak d sertakan?

arbaNovember 6th, 2014 at 9:01 pm

Ingatlah….. tidak akan kalian
mendapatkan ilmu yang manfaat kecuali
dengan 6]enam[ syarat, yaitu
cerdas,semangat,sabar,biaya,petunjuk
ustadz dan waktu yang lama
Keterangan
Ilmu yang manfaaat adalah ilmu yang
bisa menghantarkan pemiliknya pada
ketakwaan kepada Allah subhanahu
wataala,ilmu yang adalah nur ilahi yang
hanya diperuntukkan bagi hamba-
hambanya yang soleh, ilmu manfaat
inilah yang tidak mungkin bisa di
dapatkan kecuali dengan adanya 6 syarat
yang harus di lengkapi para pencarinya,
adapaun 6 syarat tersebut adalah :
1.Cerdas, artinya kemampuan untuk
menangkap ilmu, bukan berarti IQ harus
tinggi,walaupun dalam mencari ilmu IQ
yang tinggi sangat menentukan sekali,
asal akalnya mampu menangkap ilmu
maka berarti sudah memenuhi syarat
pertama ini, berbeda dengan orang gila
atau orang yang ideot yang memang
akalnya sudah tidak bisa menerima ilmu
maka sulitlah mereka mendapatkan ilmu
manfaat, namun perlu di ingat bahwa
kecerdasan adalah bukan sesuatu yang
tidak bisa meningkat,kalau menurut
orang-orang tua, akal kita adalah
laksana pedang,semakin sering di asah
dan di pergunakan maka pedang akan
semakin mengkilat dan tajam,adapun bila
di diamkan maka akan karatan dan
tumpul,begitupula akal kita semakin sering
dibuat untuk berfikir dan mengaji maka
akal kita akan semakin tajam daya
tangkapnya dan bila di biarkan maka
tumpul tidak akan mampu menerima ilmu
apapun juga.
2.Semangat, artinya sungguh-sungguh
dengan bukti ketekunan, mencari ilmu
tanpa kesemangatan dan ketekunan tidak
akan menghasilkan apa-apa,ilmu apalagi
ilmu agama adalah sesuatu yang mulia
yang tidak akan dengan mudah bisa di
dapatkan,oleh karenanya banyak orang
mencari ilmu tapi yang berhasil sangat
sedikit di banding yang tidak
berhasil,kenapa?..karena mencari ilmu itu
sulit, apa yang kemarin di hafalkan belum
tentu sekarang masih bisa hafal,padahal
apa yang di hafal kemarin masih
berhubungan dengan pelajaran hari ini,
ahirnya pelajaran hari inipun berantakan
karena hilangnya pelajaran kemarin,maka
tanpa kesemangatan dan ketekunan
sangat sulit kita mendapatkan apa yang
seharusnya kita dapatkan dalam
tolabulilmi.
3.Sabar,artinya tabah menghadapi
cobaan dan ujian dalam mencari ilmu,
orang yang mencari ilmu adalah orang
yang mencari jalan lurus menuju
penciptanya, oleh karena itu syetan
sangat membenci pada mereka,apa yang
di kehendaki syetan adalah agar tidak
ada orang yang mencari ilmu,tidak ada
orang yang akan mengajarkan pada umat
bagaimana cara beribadah dan orang
yang akan menasehti umat agar tidak
tergelincir kemaksiatan,maka syetan
sangat bernafsu sekali menggoda pelajar
agar gagal dalam pelajarannya,di
godanya mereka dengan suka pada lawan
jenis,dengan kemelaratan,dan lain-lain .
4.Biaya,artinya orang mengaji perlu
biaya seperti juga setiap manusia hidup
yang memerlukannya, tapi jangan di
faham harus punya uang apalagi uang
yang banyak,biaya disini hanya
kebutuhan kita makan minum sandang
dan papan secukupnya,pun tidak harus
merupakan bekal materi, dalam sejarah
kepesantrenan dari zaman sahabat nabi
sampai zaman ulama terkemuka
kebanyakan para santrinya adalah
orang-orang yang tidak mampu,seperti
Abu hurairoh sahabat Nabi seorang
perawi hadist terbanyak adalah orang
yang sangfat fakir,imam syafi’i adalah
seorang yatim yang papa, dan banyak
lagi kasus contohnya,biaya disini bisa
dengan mencari sambil khidmah atau
bekerja yang tidak mengganggu belajar,
5.Petunjuk ustadz, artinya orang mengaji
harus digurukan tidak boleh dengan
belajar sendiri,ilmu agama adalah warisan
para nabi bukan barang hilang yang bisa
di cari di kitab-kitab, dalam sebuah
makalah ] saya tidak tahu apakah ini
hadis atau sekedar kata-kata ulama
[ barang siapa belajar tanpa guru maka
gurunya adalah syetan, dan ada pula
makalah ﻟﻘﺎﻝ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺑﻤﺎﺷﺎﺀ ﺍﻟﺴﻨﺪ ﻟﻮﻻ andai
tidak ada sanad ]pertalian murid dan
guru[ maka akan berkata orang yang
berkata]tentang agama[ sekehendak
hatinya. Kita bisa melihat sejarah
penurunan wahyu dan penyampaiannya
kepada para sahabat,betapa Nabi setiap
bulan puasa menyimakkan Al-Qur’an
kepada jibril dan sebaliknya, kemudian
Nabi menyampaikan kepada para
sahabat,sahabat menyampaikan kepada
para tabi’in, lalu para tabi’in
menyampaikan pada tabi’i at-tabi’in dan
seterusnya kepada ulama salaf,lalu ulama
kholaf, lalu ulama mutaqoddimin lalu
ulama muta’akhirin dan seterusnya
sampai pada umat sekarang ini, jadi ilmu
yang kita terima sekarang ini adalah ilmu
yang bersambung sampai Nabi dan sampai
kepada Allah subhanahu wa ta’ala, jadi
sangat jelas sekali bahwa orang yang
belajar harus lewat bimbingan seorang
guru,guru yang bisa menunjukkan apa
yang dikehendaki oleh sebuah pernyataan
dalam sebuah ayat atau hadis atau
ibarat kitab salaf, karena tidak semua
yang tersurat mencerminkan apa yang
tersirat dalam pernyatan,
6. Lama, artinya orang belajar perlu
waktu yang lama,lama disini bukan
berarti tanpa target,sebab orang belajar
harus punya target,tanpa target akan
hampa dan malaslah kita belajar

Leave a comment

Your comment